Tes Cukit Kulit (Skin Prick Test)
Last Updated on Thursday, 22 October 2009 15:35 Written by Sukamto K,Okki Ramadian Friday, 25 September 2009 19:14
Indikasi Tes Cukit ( Skin Prick Test ) : 4
- Rinitis alergi : Apabila gejala tidak dapat dikontrol dengan medikamentosa sehingga diperlukan kepastian untuk mengetahui jenis alergen maka di kemudian hari alergen tsb bisa dihindari.
- Asthma : Asthma yang persisten pada penderita yang terpapar alergen (perenial).
- Kecurigaan alergi terhadap makanan. Dapat diketahui makanan yang menimbulkan reaksi alergi sehingga bisa dihindari.
- Kecurigaan reaksi alergi terhadap sengatan serangga.
Persiapan Tes Cukit ( Skin Prick Test)
Sebagai dokter pemeriksa kita perlu menanyakan riwayat perjalanan penyakit pasien, gejala dan tanda yang ada yang membuat pemeriksa bisa memperkirakan jenis alergen, apakah alergi ini terkait secara genetik dan bisa membedakan apakah justru merupakan penyakit non alergi, misalnya infeksi atau kelainan anatomis atau penyakit lain yang gambarannya menyerupai alergi. 4
Persiapan Tes Cukit :1,4,7
- Persiapan bahan/material ekstrak alergen.
- gunakan material yang belum kedaluwarsa
- gunakan ekstrak alergen yang terstandarisasi
- Menghentikan pengobatan antihistamin 5-7 hari sebelum tes.
- Menghentikan pengobatan jenis antihistamin generasi baru paling tidak 2-6 minggu sebelum tes.
- Usia : pada bayi dan usia lanjut tes kulit kurang memberikan reaksi.
- Jangan melakukan tes cukit pada penderita dengan penyakit kulit misalnya urtikaria, SLE dan adanya lesi yang luas pada kulit.
- Pada penderita dengan keganasan,limfoma, sarkoidosis, diabetes neuropati juga terjadi penurunan terhadap reaktivitas terhadap tes kulit ini.
- Teknik dan ketrampilan pemeriksa perlu dipersiapkan agar tidak terjadi interpretasi yang salah akibat teknik dan pengertian yang kurang difahami oleh pemeriksa.
- Ketrampilan teknik melakukan cukit
- Teknik menempatkan lokasi cukitan karena ada tempat-tempat yang reaktifitasnya tinggi dan ada yang rendah. Berurutan dari lokasi yang reaktifitasnya tinggi sampai rendah : bagian bawah punggung > lengan atas > siku > lengan bawah sisi ulnar > sisi radial > pergelangan tangan.
- Pesiapan Penderita :
- Persiapan pemeriksa :
Prosedur Tes Cukit :1,6,7
Tes Cukit ( Skin Prick Test ) seringkali dilakukan pada bagian volar lengan bawah.
- Lakukan desinfeksi dengan alkohol pada area volar, dan tandai dengan pulpen area yang akan kita tetesi dengan ekstrak alergen.
- Ekstrak alergen diteteskan satu tetes larutan alergen ( Histamin/ Kontrol positif ) dan larutan kontrol ( Buffer/ Kontrol negatif)menggunakan jarum ukuran 26 ½ G atau 27 G atau blood lancet.
- Kemudian dicukitkan dengan sudut kemiringan 45 0 menembus lapisan epidermis dengan ujung jarum menghadap ke atas tanpa menimbulkan perdarahan. Tindakan ini mengakibatkan sejumlah alergen memasuki kulit.
- Tes dibaca setelah 15-20 menit dengan menilai bentol yang timbul.
Kesalahan yang Sering terjadi pada Skin Prick Test
- Tes dilakukan pada jarak yang sangat berdekatan ( < 2 cm )
- terjadi perdarahan, yang memungkinkan terjadi false positive.
- Teknik cukitan yang kurang benar sehingga penetrasi eksrak ke kulit kurang, memungkinkan terjadinya false-negative.
- Menguap dan memudarnya larutan alergen selama tes.
Faktor-faktor yang mempengaruhi skin test
- Area tubuh tempat dilakukannya tes
- Umur
- Sex
- Ras
- Irama sirkardian
- Musim
- Penyakit yang diderita
- Obat-obatan yang dikonsumsi
Interpretasi Tes Cukit ( Skin Prick Test ): 1,6
Penilaiannya sebagai berikut :
- Bentol histamin dinilai sebagai +++ (+3)
- Bentol larutan kontrol dinilai negatif (-)
- Derajat bentol + (+1) dan ++(+2) digunakan bila bentol yang timbul besarnya antara bentol histamin dan larutan kontrol.
- Untuk bentol yang ukurannya 2 kali lebih besar dari diameter bentol histamin dinilai ++++ (+4).
Daftar Obat-obatan yang dapat mempengaruhi tes kulit sehingga harus dibebaskan beberapa hari sebelumnya :2
|
Anti histamin generasi I |
|
dibebaskan |
|
|
klorfeniramin |
1-3 hari |
|
|
klemastin |
1-10 hari |
|
|
ebastin |
3-10 hari |
|
|
hidroksisin |
1-10 hari |
|
|
ketotifen |
3-10 hari |
|
|
mequisatin |
3-10 hari |
|
Antihistamin generasi II |
setirisin |
3-10 hari |
|
|
loratadin |
|
|
|
feksofenadin |
|
|
|
desloratadin |
|
|
astemizole |
|
6 minggu |
|
antidepresan |
Imipramin |
10 hari |
|
|
Fenotiazine |
|
|
Kortikosteroid jangka pendek |
|
< 1 minggu |
|
Cimetidin |
|
juga mempengaruhi tes kulit |
|
Ranitidin |
|
|
|
Kromolin |
|
tidak mempengaruhi tes kulit. |
|
B 2 adrenergik agonis |
|
|
|
teofilin |
|
Sumber:
- Pawarti DR. Tes Kulit dalam Diagnosis Rinitis Alergi, Media Perhati. Volume 10 2004; Vol 10 no 3 :18-23
- Krouse JH, Marbry RL. Skin testing for Inhalant Allergy 2003 : current strategies. Otolaryngolo Head and Neck Surgary 2003 ; 129 No 4 : 34-9.
- Rusmono N. Diagnosis Rinitis Alergi secra invivo dan invitro. Dalam : Kursus dan Pelatihan Alergi dan Imunologi. Konas XIII Perhati – KL. Bali. 2003 ; 56-60
- Mayo Clinic staff. Allergy skin tests: Identify the sources of your sneezing, Mayo Foundation for medical education and research, April 2005 ; 1-5
- Lie P. An Approach to Allergic Rhinitis, Respirology & Allergy Rounds. April 2004; 39-45
- Nelson HS, Lah J, Buchmeier A, McCormick D. Evaluation of Devices for Skin prick Testing. J Allergy and Clin Immunol 1998; 101 : 153-6
7. Kartikawati H. Sebuah Tinjauan Pustaka ”Tes Cukit ( Skin Prick Test ) pada Diagnosis Penyakit Alergi”. FK-UNDIP. 2007

